Senin, 20 Agustus 2012

Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu~

Melanjutkan postingan tentang KKN.
Saya memilih judul di atas karena memang itu saya inginkan ketika ada di sana. Jangan sampai kekeluargaan yang terbentuk selama 25 hari menjadi bukan apa2 karena setelah itu kami tidak menjalin tali silaturahim kembali. Bukankah Allah juga membenci hamba2Nya yang tidak menjalin tali silaturahim?

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya  Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’: 1)

 Kali ini saya mau memposting beberapa kemesraan kami yang tertangkap kamera di sana. Cuuuus..


 di dapur, menyiapkan ta'jil untuk warga desa


say kejuuu.. sore hari di pekarangan rumah (hijau loh sebenarnya, krn waktu itu musim panas, jadi kalo musim hujan kayak padang teletabis)


makan makaaaan. menu mewah kami disana: nasi goreng cina porsi besar, sate kambing, dan martabak seharga 30ribuan seporsinya. yummy!


para pria dalam balutan kain sarung di musholla depan rumah


inilah akibat terlalu pede mengenai berat badan, padahal yang nggendong uda mringis nyeri






di ruang tamu nyiapin gula untuk warga desa


hijabers sejati adalah yang hijabnya menutupi sampai dada (baca: pake rukuh) lol


memperingati akan memasukinya bulan Ramadhan 1433 H: rujakan's time!


pose cantik dan anggun, tapi yah... backgroundnya *nutup muka*


mbak2 remaja mushola


jalan2 pagi! tapi pulang pergi naek bus *sigh


sawah terdampar dimana2 :3 (akibat kebanyakan liat gedung di Surabaya)


peserta audisi Si Bolang


langitnya kereeeeen. Subhanallah


 kami dari... subuh (maksudnya jalan paginya kan mulai dari subuh. heheee)






Ladies time!


 harusnya si pose imut, tapi... *giggling*


nemu anak kambing. kawai ne.. :D


Sepertinya gambar2 saja memang belum cukup  untuk menunjukkan apa saja yang kami alami disana sampai rasa kekeluargaan itu ada. Karena kamera2 yang kami bawa tidak mampu merekam semua kejadian2 yang ada. Memang mata dan otak adalah kamera dan lensa yang paling canggih yang pernah ada. Subhanallah... :)


bersambung ...

Minggu, 19 Agustus 2012

KKN -met my new family-

Menjamah blog lagi setelah lama tidak terjamah. waaaaah. 
Kali ini, saya mau cerita tentang KKN. Ada yang sudah pernah merasakannya? Atau masih ada yang belum tahu?
Jadi KKN itu Kuliah Kerja Nyata, kalo di kampus saya si namannya KKN-BBM yaitu Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat. Sesuai dengan judulnya, universitas mengharapkan para mahasiswanya untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat dan kita juga mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari masyarakat. Jadi tidak ada istilah guru-menggurui disini. Biasanya nih, yang jadi lokasi KKN yaitu kawasan yang termasuk 'pinggiran' (maaf) atau sedikit kurang maju daripada kawasan lain yang berada di kabupaten yang sama

Ini waktu pelepasan peserta KKN-BBM UNAIR angkatan '46


Untuk merealisasikan tujuan dari KKN ini, saya dan teman2 mempunyai program kerja yang akan kami laksanakan di desa tujuan. Jadi melalui program kerja ini diharapkan kami bisa memahami situasi dan kondisi desa tujuan kami, memberikan kontribusi, dan beradaptasi dengan masyarakat desa. Desa tujuan kami adalah desa Sumberjo, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Desa ini termasuk wilayah perbatasan antara kabupaten Bojonegoro dan kabupaten Ngawi. Untuk sampai ke kota Bojonegoro saja kami menempuh 2 jam perjalanan, tapi untuk ke kota Ngawi hanya butuh paling lama setengah jam perjalanan. 

salah satu proker kami, yaitu membantu guru2 PAUD


Tapi desa tujuan KKN kelompok saya tuh sebenarnya ada di desa lain yang masih satu kecamatan dengan desa Sumberjo, namanya desa Meduri. Karena kepala desa Meduri tidak mengijinkan kami KKN di desa tsb, alasannya karena dari KKN sebelumnya tidak memberikan manfaat pada desa tsb (menohok banget daaaah), akhirnya kelompok kami dipecah. Dari 19 orang, dipecah menjadi 5 dan dilebur dengan kelompok2 lain. Dan wallaaa (ala Farah Quinn), saya beserta 4 teman dari kelompok Meduri bergabung dengan teman2 kelompok Sumberjo.

Ini dia kelompok pertama saya. Kelompok Meduri, this is it!



Lanjut!
Dan kelompok kedua saya, kelompok Sumberjo :

 Ini adalah para princess (kami benar2 menyebut diri kami princess, bahkan ruangan tempat tidur kami pun bernama Princess Area -.- )

dan para gentleman yg slalu njagain para princess kalo kemana2 :)


Kalau ada yang tanya, gimana si rasanya KKN?
Satu kata, MENYENANGKAN :D 

Kenapa? Karena di KKN kita diberi kesempatan untuk berkenalan dengan teman2 yang tidak sefakultas dengan kita, jadi kemungkinan besar kita belum pernah ketemu sama mereka. Dan kita bisa mengenalnya langsung secara akrab. Ya iyalah akrab, kita serumah selama 25 hari. Enak trus deh pas KKN itu.
Masak nggak ada yang nggak enak? Pasti ada. Mungkin nggak enaknya saat kita baru belajar untuk beradaptasi dengan teman2 yang lain yang memang belum pernah kita sebelumnya. Itu aja sih. Selanjutnya, suka dan duka kami rasakan bersama sekelompok, seperti layaknya keluarga.

Itulah kenapa saya kasih judul "Met My New Family", karena kehidupan kami disana selama 25 hari benar2 seperti keluarga. Seringkali ada yang menyampaikan keluh kesah di meja makan, setiap malam bercakap2 dan bercanda di ruang tamu, kalau pagi ada yang maen badminton di halaman rumah, masak-cuci baju-belanja-bersih2 rumah semuanya dilakukan bersama2. Memang sepertinya hanya aktifitas2 sederhana yang banyak kami lakukan, selain proker, tapi itu sangaaat berkesan ;)

Maen kartu UNO bertujuh orang dan kalah 2 kali itu bikin muka kayak kucing belang 3 (liat krudung merah muda)


bersambung..... :)

Arti ucapan-ucapan pada Hari Lebaran

Pada hari Lebaran atau Idul Fitri, sering kita mendengar ucapan2 pertanda mohon maaf kepada orang lain. Kata2 tersebut diucapkan atau disampaikan baik secara lisan atau tulisan (surat dan soc-med misalnya). Tapi tahukah teman2 mengenai arti dari ucapan2 itu sendiri? Karena ucapan adalah doa maka sudah barang tentu dong kalau kita harus tahu artinya, terlebih jika diucapkan dengan sepenuh hati. Karena banyaknya ketidaktahuan teman2 (jadi saya sempet ngtweet arti ucapan2 lebaran ini di twitter, trnyta banyak yg RT dan tanya balik), maka saya pun jadi pengen ngpost tentang ucapan di hari Lebaran.

Kebanyakan ucapan yang disampaikan pada hari Lebaran adalah Minal 'Aidin wal Faidin - Mohon maaf lahir dan batin. Jadi kata "Minal 'Aidin wal Faidzin" itu terkesan seperti mempunyai arti yaitu "mohon maaf lahir dan batin". Padahal artinya sangat jauh loh dari kesan meminta maaf.

Minal ‘Aidin wal Faizin bukanlah mohon maaf lahir dan batin. Jika diartikan per kata, begini:
Min, artiinya “termasuk”.
Al-aidin, artinya”orang-orang yang kembali”
Wa, artinya “dan”
Al-faidzin, artinya “ menang”.

Jadi Minal 'Aidin wal Faidzin artinya “termasuk dari orang-orang yang kembali(dari perjuangan ramadhan) sebagai orang yang menang”.

Maka, kalau kita menyampaikan "Minal 'Aidin wal Faidin - Mohon maaf lahir dan batin" sama saja kita bilang ke orang lain “termasuk dari orang-orang yang kembali(dari perjuangan ramadhan) sebagai orang yang menang, mohon maaf lahir dan batin”.

Dari artinya menunjukkan kalau ucapan tersebut bukan termasuk doa dan juga bukan termasuk salam. Nah loh.. Siapa yang sering menyebarkan kata2 seperti ini??

Karena banyak sudah terlanjur menyebarkan ucapan seperti di atas, kan karena pada nggak tahu nih arti ucapannya apa, jika mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin dengan niat ingin mencontoh kebiasaan Rasulullah/Ittiba’qauly, jatuhnya bisa menjadi Bid’ah (bagi yg tidak tahu Bid'ah: istilah atau ajaran-ajaran dalam agama yang sengaja dibuat2). Tapi kalau niatnya hanya ingin mendo’akan sesama Saudara seiman”, Insya Allah, tidak salah dan bahkan hal yang baik.


Lalu, apa yang harus kita sampaikan kepada orang lain pada saat Lebaran?

Jika teman2 ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin dalam bahasa Arab, salah satunya adalah “As-alukal afwan zahiran wa bathinan”. Atau “Kullu aam wa antum bikhair”. yang berarti semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik”

Ada lagi nih. Ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri (yang mengikuti teladan nabi Muhammad SAW) adalah “Taqabbalallahu minna waminkum”, Kemudian menurut riwayat ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang dekat jaman Nabi dengan kata-kata “Shiyamana wa Shiyamakum”, yang artinya puasaku dan puasamu, sehingga kalimat lengkapnya menjadi “Taqabbalallahuminna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum” (Semoga Allah menerima amalan puasa saya dan kamu).
Sedangkan "taqabbal ya kariim" artinya "terimalah Ya Allah, Yang Maha Mulia"

Adapun jika ingin menambahkan bisa saja ditambahkan diakhir kalimat, agar secara harfiyah aja serasi:
“Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum . Ja’alanallaahu Minal Aidin wal Faidzin”
Artinya, “Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang.”
Ja’alanallaahu : Berarti “Semoga Allah menjadikan kita”.. sebagai tambahan untuk melengkapi, Minal Aidin wal Faidzin yang mengambang tadi.


Sekian. Semoga bermanfaat. Selamat Idul Fitri 1433 H, bagi yang merayakan. Semoga barokah Allah selalu menyertai kita semua. Amin :)



source